Dec 9, 2014

Green Collaboration Art Exhibition

 Green Collaboration, Art Exhibition by FSR ISI Yogyakarta
9-12 Desember 2014, Jogja Gallery.



DESIGN PORTFOLIO





BACKGROUND
Salah satu desa wisata yang terkenal di selatan Yogyakarta adalah desa Kasongan, yang mana terdapat banyak pengrajin gerabah. Selain bernilai estetis, gerabah ternyata memiliki fungsi lain yang bernilai tinggi, yaitu pendingin alami atau dapat disebut eco-cooler. Berawal dari penemuan teknologi pot- in-pot cooler oleh seorang pria dari Nigeria bernama Mohamed Bah Abba. Kami ingin mengangkat temuan yang belum begitu populer di Indonesia sebagai suatu alternatif bentuk lain dari kepedulian terhadap lingkungan, sebuah teknologi untuk menyimpan buah dan sayuran agar segar lebih lama tanpa menghilangkan kadar vitaminnya. Selain itu, teknologi ramah lingkungan ini juga meminimalisir penggunaan listrik dan freon sehingga mengurangi dampak global warming. Masyarakat modern identik dengan teknologi, kehidupan mereka tidak lepas dari penggunaan listrik yang seringkali tidak disertai dengan kesadaran akan dampak dari pemakaian yang berlebihan pada lingkungan. Salah satu alat elektronik yang dengan mudah dapat kita jumpai, hampir di setiap rumah adalah kulkas. Kulkas menggunakan freon yang merupakan salah satu faktor utama penyebab global warming yang memiliki nilai GWP (Global Warming Potention) 510 kali lebih besar daripada CO2, gaya hidup modern lain adalah vegetarian, meski banyak yang vegetarian karena agama, namun banyak pula yang mencoba gaya hidup sehat jika diamati dari ramainya suatu restoran vegetarian.

[1] Gintaprima, http://gintaprima.indonetwork.co.id/1331928 



PURPOSE
Dengan konsep branding baru sebagai “Friggies Eco-Cooler”, kami ingin memperkenalkan teknologi ini dengan cara yang modern dan menyenangkan kepada masyarakat vegetarian atau masyarakat yang mulai memperhatikan apa yang mereka konsumsi sehari-hari. Seorang pakar gizi, Rose Reisman menjabarkan bahwa makanan olahan kerap mengandung sedikit gizi tapi memiliki bahan-
bahan bersifat racun, yang secara tidak langsung dapat dikatakan bahwa semakin pendek rantai makanan dari kebun ke meja makan anda, maka semakin banyak manfaat yang dapat diserap.


CONCEPT
Pot in pot cooler atau kulkas alami adalah sebuah teknologi ramah lingkungan yang sebenarnya sudah ada sejak tahun 1995, namun belum populer di Indonesia. Dengan sifat yang seperti kulkas, mampu menyimpan sayuran dan menjaga kesegaran 3 sampai 5 hari. Pot in pot terdiri dari 5 komponen, yaitu, gerabah berukuran besar dan kecil, pasir, lap basah dan air. Disamping itu, cara membuatnya mudah, dengan bahan-bahan yang mudah didapat karena Yogyakarta memiliki sebuah desa pengrajin gerabah Kasongan. Hal ini memiliki potensi untuk menggerakan roda perekonomian. Dilihat dari banyaknya manfaat yang dihasilkan kami rasa cukup penting untuk dipublikasikan kepada masyarakat secara bertahap mulai dari skala kecil. Beberapa manfaat tersebut adalah: 
  1. Dengan banyaknya permintaan gerabah, secara tidak langsung kita turut membuka lapangan pekerjaan bagi warga Kasongan yang ingin memulai usaha gerabah 
  2. Jika banyak masyarakat yang mengkonsumsi sayuran segar maka makin banyak masyarakat yang sehat dan aktif serta dapat memaksimalkan produktivitas. 
  3. Mengurangi dampak lingkungan yang disebabkan oleh freon kulkas dan menghemat listrik hingga 777 kW per tahun per kepala keluarga

Dengan ilmu desain komunikasi visual, gerabah komponen yang terasa monoton akan dirancang ulang dengan tampilan yang lebih menarik, seperti rebranding dengan nama lain Friggies, sehingga diharapkan kampanye tersebut akan terasa lebih fun. Bentuk kampanye terbagi menjadi beberapa bagian- bagian kecil yang membentuk kesatuan. 

                  [2] Portal Kesehatan, http://www.portalkesehatan.com/berita/hindari-makanan-olahan/



Dipamerkan dalam pameran terseleksi Green Collaboration 2014








1 comment:

You said......